Sabtu, 26 Oktober 2013

Jadwal Saya Siaran Radio

Selamat pagi, senang sekali saya bisa menulis hari ini. Nah untuk hari ini saya akan menulis tentang jadwal siaran radio saya selama lima hari, yaitu dari tanggal 28 Oktober 2013 - 1 November 2013. 

Tujuan saya menulis jadwal siaran radio ini bukan maksud saya untuk menyombongkan diri dalam hal siaran radio. Tapi saya ingin membagikan apa yang saya alami kepada pembaca dalam hal siaran radio, siapa tahu bila mendengarkan siaran saya, pembaca dapat mempelajari teknik siaran radio secara langsung. Karena dalam belajar tidak hanya membaca tapi juga mendengarkan. Selain itu saya juga ingin memperoleh kritik dan saran dari pembaca yang mendengarkan atau penyiar radio senior yang kebetulan mampir di blog ini dan mendengarkan siaran radio saya.

Untuk 5 hari itu saya membawakan 2 program yaitu "Smart Zone" dan "Hi Tech". 

  1. Smart Zone adalah program radio yang sifatnya harian, yaitu mulai dari hari Senin hingga Jumat. Program ini bersifat edukatif dan setiap harinya memiliki tema yang berbeda-beda, seperti Senin (Inovasi dan Kreasi), Selasa (Rektor Menyapa), Rabu (Healthy and Beauty), Kamis (Seputar Manajemen), dan Jumat (Forum Mahasiswa). Waktu siaran setiap harinya sama, yaitu 15.00 WIB - 17.00 WIB.
  2. Hi Tech adalah program radio yang berisi tentang informasi teknologi terkini.

Berikut jadwal siaran radio saya dan program yang saya bawakan : 

  1. Senin, 28 Oktober 2013. 
    • (15.00 WIB - 17.00 WIB ) Program : Smart Zone
    • (19.00 WIB - 20.00 WIB) Program : Hi Tech
  2. Selasa, 29 Oktober 2013 - Jumat, 1 November 2013 saya membawakan program Smart Zone, waktu siaran setiap harinya sama, yaitu 15.00 WIB - 17.00 WIB. 
Bila Anda berada di daerah Semarang dan sekitarnya, Anda bisa mendengarkan melalui frekuensi radio UNDIP ProAlma 97,7 fm. Untuk streaming Anda bisa mengunjungi web www.dcradio.undip.ac.id

Terima kasih telah membaca, semoga bermanfaat. :)

Kamis, 08 Agustus 2013

Tips Melamar Sebagai Penyiar Radio (Part 2)

Tips Melamar Sebagai Penyiar Radio (Part 2). Ini adalah tips melamar sebagai penyiar radio untuk sesi "wawancara."


Bila Anda maju ke tahap wawancara, berarti kemungkinan Anda diterima sebagai penyiar radio semakin besar. Perlu Anda ingat bahwa ini adalah tahap dimana Anda bertatap muka dengan pihak radio, kemampuan Anda akan langsung dinilai pada tahap ini.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghadapi tes wawancara saat melamar sebagai penyiar radio :
1. Sebutkan kelebihan Anda. Terkadang ada pihak radio yang langsung to the point melontarkan sebuah pertanyaan untuk mengetahui kualitas Anda sebagai penyiar radio, misalnya saja seperti pertanyaan “Apa yang membuat Anda pantas untuk diterima sebagai penyiar radio ?.” Nah ini lah kesempatan Anda untuk menunjukkan kelebihan yang Anda miliki, misalnya saja Anda memiliki kemampuan public speaking yang bagus, pernah memenangkan lomba public speaking, pernah mengikuti kursus broadcasting, atau hal-hal lain yang mendukung Anda agar bisa diterima sebagai penyiar radio.

2. Cari informasi tentang radio Anda. Cari lah informasi tentang radio Anda dengan mengunjungi situs radio streaming mereka. Ini diperlukan untuk membangun percakapan yang santai dengan pihak radio, misalnya saja bila Anda memberikan argumen tentang prestasi-prestasi yang pernah dicapai radio.

3. Perhatikan cara Anda berbicara. Ingat lah bahwa Anda sedang mencalonkan diri sebagai penyiar radio, akan sangat tidak menguntungkan bila Anda tidak mampu berbicara dengan baik saat wawancara. Pihak radio bisa langsung menilai rendah kualitas Anda dalam berbicara. Maka dari itu tunjukkan kualitas Anda dalam berbicara saat wawancara, misalnya saja lafal, intonasi, dan kemampuan Anda dalam menyusun kata-kata.
Nah, itu tadi adalah Tips Melamar Sebagai Penyiar Radio untuk sesi wawancara. Tips yang saya berikan memang sedikit, karena yang saya tulis ini adalah hal khusus yang perlu dilakukan saat Anda melamar sebagai penyiar radio. Untuk kemampuan menjawab atau menghadapi wawancara secara umum bisa Anda cari sendiri di internet, buku, dan referensi yang lainnya. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga Anda diterima sebagai penyiar radio. Salam sukses.


Bila Anda membutuhkan tips melamar sebagai penyiar radio untuk sesi "tes tulis" silahkan klik Tips Melamar Sebagai Penyiar Radio (Part 1).

Selasa, 06 Agustus 2013

Tips Melamar Sebagai Penyiar Radio (Part 1)

Tips Melamar Sebagai Penyiar Radio (Part 1) Ini adalah tips melamar sebagai penyiar radio untuk sesi "tes tulis."


Ketika perusahaan memanggil Anda untuk datang ke studio karena lolos berkas, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Misalnya ada tes tambahan yang diberikan perusahaan sebelum resmi menjadi penyiar radio, seperti tes tertulis dan wawancara.

Untuk tes tertulis biasanya diberikan pada tahap pertama, tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan calon penyiar radio. Berikut hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum Anda mengikuti tes tertulis :

1. Gali informasi sebanyak-banyaknya tentang stasiun radio yang akan Anda pilih. Ini penting karena pihak radio biasanya memberikan pertanyaan tentang perusahaan mereka, seperti nama radio, tag line, jenis-jenis acara radio, dan beberapa pertanyaan tentang jadwal program radio mereka. Alasannya adalah pihak radio lebih menyukai calon penyiar yang mengerti tentang perusahaan mereka, bila calon penyiar mengerti tentang radio mereka, maka akan lebih mudah bagi pihak radio untuk memberikan pengarahan kedepannya.

2. Pelajari issue terkini yang ada di Indonesia. Dalam tes tertulis seleksi penyiar radio pertanyaan tentang issue terkini di Indonesia sering dikeluarkan. Tujuan pihak radio membuat pertanyaan ini adalah ingin mengetahui apakah calon penyiar radio tanggap dan update tentang informasi yang ada di negaranya.

3. Pelajari hiburan yang lagi nge-trend di Indonesia dan dunia. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan mempelajari lagu yang sedang hits, artis yang sedang naik daun, penyanyi terkenal, aktor terkenal, dan film baru yang akan segera tayang. Untuk radio yang memiliki karakter "anak muda" biasanya soal seperti ini akan dikeluarkan, tipe radio yang seperti ini benar-benar menginginkan penyiar radio yang update akan hiburan.

4. Pelajari lagu yang sedang hits. Pertanyaan tentang lagu biasanya diberikan pihak radio baik tes tertulis atau wawancara. Pengetahuan tentang lagu sangatlah penting, karena lagu adalah andalan utama penyiar radio saat mengudara. Maka dari itu pihak radio selalu memberikan pertanyaan tentang lagu saat tes seleksi penyiar radio.

Itu lah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika Anda akan mengikuti tes tertulis seleksi penyiar radio. Untuk tes wawancara, silahkan klik artikel Tips Melamar Sebagai Penyiar Radio (Part 2). Terima kasih sudah membaca, salam sukses.

Rabu, 31 Juli 2013

2 Cara Mudah Supaya Tidak Terjadi Salah Paham Saat Talkshow

Saat talkshow di radio tentu kita tidak akan berbicara sendirian di studio, karena ada narasumber yang menemani kita saat mengudara. Dan cara menyampaikan informasi jelas berbeda, karena sifatnya yang lebih interaktif. Oleh sebab itu perlu adanya keselarasan antara penyiar dan narasumber supaya informasi yang diberikan tidak melenceng dari isi talkshow sebenarnya. Akan sangat berbahaya bila terjadi salah paham antara penyiar dan narasumber, informasi yang diberikan bisa tidak jelas dan adanya perselisihan di studio yang “mungkin” dapat menyebabkan narasumber meninggalkan acara.

Nah berikut adalah 2 cara mudah supaya tidak terjadi salah paham saat talkshow di radio : 

1. Sampaikan dulu topik yang akan diangkat dan tujuannya. Hal ini penting dilakukan supaya tidak terjadi salah paham dan narasumber bisa mempersiapkan hal-hal apa saja yang perlu dijawab ketika ada pertanyaan yang berkaitan dengan topik yang sudah disampaikan. Selain menghindari salah paham, cara ini juga berguna agar narasumber bisa menyiapkan bahan yang akan disampaikan saat talkshow, sehingga informasi yang diberikan bisa diterima lebih jelas.

2. Jelaskan pada narasumber tentang jumlah segemen yang dibagi pada topik yang akan diangkat. Ini dilakukan agar talkshow bisa berjalan runtut. Artinya informasi yang diberikan berjalan sesuai alur, mulai dari hal umum sebagai latar belakang dan berlanjut hingga inti dari topik. Selain itu pemberitahuan tentang pembagian segemen ini juga berguna agar narasumber mengerti berapa waktu yang akan ia gunakan untuk berbicara dalam setiap segement, sehingga waktu yang disediakan dapat digunakan dengan tepat dan tidak ada informasi yang tertinggal saat talkshow sudah memasuki menit-menit terakhir.

Nah itu tadi adalah tulisan saya tentang 2 Cara Mudah Supaya Tidak Terjadi Salah Paham Saat Talkshow. Sebelumnya saya pernah menulis tentang talkshow di radio juga, dengan judul Tips Sukses Siaran Talkshow di Radio. Buat yang belum baca tinggal klik link yang sudah tersedia ya. Terima kasih sudah membaca. Bila ada kritik dan saran langsung kirim saja :)

Minggu, 07 Juli 2013

Menyampaikan Perasaan Lewat Lagu

Dalam menyampaikan perasaan terkadang ada pendengar yang ingin melakukannya cukup lewat lagu. Berikut adalah salah satu contoh pendengar yang ingin menyampaikan perasaannya lewat lagu dengan mengirimkan SMS di radio:

Klik untuk memperbesar

Bunyi pesannya adalah : “Nila 20(umur) alamat (tidak bisa ditampilkan-privasi) requestnya Geisha yang Lumpuhkanlah Ingatanku dan Always Be My Baby by David Cook. Lagu ini spesialnya buat seorang penghianat tapi aku masih menyayanginya.”

SMS yang diketik dan lagu yang diminta mungkin terlihat sepele bagi orang lain. Tapi bagi Nila si pengirim pesan, ini adalah sebuah harapan. Nila berharap "seseorang" itu akan mendengarkan lagu yang ia request dan mengetahui perasaannya, bahwa ia masih sangat menyayanginya meski sudah dikhianati. Mungkin Nila sudah tak sanggup lagi untuk berkata-kata, sehingga lagu dan musik yang seperti ini lah yang ia pilih untuk mewakili perasaannya.

Senin, 17 Juni 2013

Tips Sukses Siaran Talkshow di Radio

Ketika menjadi penyiar radio, tugas yang dilakukan tidak hanya sebatas memutarkan lagu atau menyiarkan berita, terkadang kita juga diminta untuk melakukan siaran talkshow di radio. Nah sekarang saya akan membagikan pengalaman saya tentang siaran talkshow di radio. Namun yang perlu diingat, posisi saya disini bukan sebagai seorang yang paling benar, karena saya juga masih belajar. Berikut adalah cara yang saya lakukan agar sukses saat siaran talkshow di radio
  1. Pelajari dulu topik yang akan dibicarakan. Hal ini sangat penting dilakukan, kita tidak akan bisa melakukan pembicaraan yang lancar bila tidak mengetahui apa yang akan dibicarakan. Lalu ketika anda sudah mengetahui topiknya, cobalah menggali informasi yang lebih dalam tentang topik tersebut agar anda bisa memberikan informasi yang jelas untuk pendengar.
  2. Persiapkan daftar pertanyaan. Dengan cara ini anda dapat meminimalisir kesalahan dalam talkshow, misalnya lupa dengan pertanyaan penting yang harus ditanyakan, pembicaraan yang keluar dari topik,  atau pembicaraan yang tidak fokus karena pertanyaan yang selalu berputar-putar. 
  3. Buat narasumber merasa nyaman. Agar siaran talkshow bisa berjalan lancar penyiar radio harus bisa membuat narasumber merasa sangat nyaman dan tidak malu saat siaran di studio. Ini penting agar terbangun komunikasi yang tidak kaku, sehingga narasumber bisa memberikan informasi lebih terbuka. Lalu bagaimana caranya? Kalau saya pribadi, saya berusaha membangun kedekatan dengan narasumber saat sebelum siaran, yaitu dengan memperkenalkan diri saya dan memulai percakapan yang umum saat di studio, misalnya saja menanyakan kabar narasumber, kesibukan apa yang sedang dilakukan saat ini,  atau bertanya tentang hobby apa saja yang dia tekuni. Memberikan pujian atau apresiasi terhadap profesi yang dijalani narasumber juga bisa dilakukan, cara ini dapat memberikan rasa percaya diri yang lebih untuk narasumber agar ia bisa bersemangat saat menjawab pertanyaan yang ada. Dengan begitu suasana talkshow akan menjadi lebih hidup.
Nah itu tadi tulisan saya tentang Tips Sukses Siaran Talkshow di Radio. Dan ingat, tulisan ini bukan aturan baku dalam talkshow di radio, bila anda menemukan cara yang lebih baik anda bisa menggunakannya. Terima kasih telah membaca, salam sukses.

Selasa, 14 Mei 2013

Rizky, Mahasiswa S1 Kimia yang Akrab dengan Dunia Radio

Dalam memperoleh ilmu pengetahuan tentu tidak hanya duduk dan belajar di kelas saja, karena ilmu pengetahuan ada dimana-mana. Hal ini lah yang dilakukan Muhammad Rizki Kurniawan mahasiswa S1 Kimia UNDIP yang mengembangkan kemampuan softskill di radio UNDIP ProAlma 97,7 Fm sebagai produser. Pria yang akrab disapa Rizki ini ingin menemukan hal-hal baru yang tidak ia jumpai di jurusannya. Mengerti tentang dunia radio tentu adalah hal yang tidak akan ia temui di jurusan kimia.


Sejak tahun 2011 mahasiswa asal Jambi ini sudah menjadi produser di radio UNDIP. Dalam karirnya sebagai produser Rizki bertugas mengawasi kinerja penyiar dan membuat script siaran untuk penyiar radio. Selain itu Rizki juga mengawasi program siaran supaya tidak berhenti ditengah jalan dan mengawasi jadwal penyiar. Perlu diketahui bahwa penyiar di radio ini adalah mahasiswa, maka kendala absentnya penyiar dalam bertugas tentu bisa terjadi, misalnya ada penyiar yang memiliki jadwal kuliah tambahan yang menyebabkan jadwal ia kuliah terbentur dengan jadwal siaran. Terlebih lagi radio ProAlma memiliki jumlah talkshow yang lumayan banyak, untuk UNDIP sendiri radio ProAlma sering melakukan talkshow mulai dari mahasiswa, dosen, dekan, dan rektor. Sedangkan talkshow dari luar UNDIP terkadang dari komunitas, band indie, band nasional, dan narasumber khusus untuk acara tertentu. Maka dari itu program siaran dan penyiar harus diawasi dengan ketat oleh produser. Untuk program siaran Rizki bertanggung jawab atas 4 program yaitu Shocking Morning (Siaran pagi hari dengan request lagu dan berita), SmartZone (Siaran edukasi pada sore hari), HiTech (Siaran tentang teknologi terkini), dan C2C (Siaran yang mengupas berita terkini dari kampus-kampus di seluruh Indonesia).

Bertemu dengan orang-orang baru adalah hal yang biasa bagi Rizki, selain bertugas untuk mengawasi program siaran ia juga mengundang narasumber untuk bersiaran di radio. Rizki juga tak jarang bertemu dengan orang penting di kampus seperti dosen dan dekan, bahkan tak jarang pula ia bertemu dengan rektor Universitas Diponegoro Prof. Sudharto P Hadi untuk melakukan wawancara. Selain itu Rizki juga pernah bertemu dengan artis dan group band Ibu Kota saat mereka melakukan talkshow di radio. 


Kemampuan yang dimiliki Rizki ketika ia bekerja di radio tentu akan menambah point plus pada dirinya sebagai mahasiswa S1 Kimia. Ia tidak hanya cermat di laboratorium tapi juga lihai dalam berkomunikasi. Kini Rizki sudah menyelesaikan kuliahnya sebagai mahasiswa jurusan S1 Kimia dan sekarang ia ingin melanjutkan mimpinya untuk mengambil beasiswa S2 di salah satu universitas negeri di Jawa Barat. 

Selasa, 23 April 2013

Siaran Pertama dengan Rektor UNDIP

Selasa 17 April 2013 lalu saya mendapat kesempatan untuk bersiaran dengan rektor Universitas Diponegoro Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph. D. Hmmm...rasanya senang bukan main, bisa duduk dan berbicara dengan orang nomor satu di UNDIP :) Yaa selain senang..rasa gugup tetap ada..mengingat ini adalah pengalaman pertama saya bersiaran dengan orang penting, biasanya sih saya siaran sendirian atau siaran talkshow dengan mahasiswa. Tapi untunglah siaran kemarin lancar hingga akhir.

Pada kesempatan itu saya berbicara dengan beliau tentang Car Free Day yang diadakan oleh UNDIP pada hari Jum'at 19 April 2013 untuk menyambut hari bumi yang jatuh pada hari Senin 22 April 2013. Jadi CFD ini tidak seperti biasanya yang hanya diisi jalan sehat, senam, menanam, dan sarapan (Gratis). Namun ada juga peresmian pojok tanaman langka, pembuatan biopori, dan pameran yang dilakukan oleh mahasiswa. Untuk teknis...CFD masih sama seperti sebelumnya, yaitu kendaraan bermotor tidak diperbolehkan masuk area kampus. 

Keren ya, semoga CFD ini bisa membangun kesadaran banyak orang akan pentingnya menjaga udara yang bersih, salam :)

Rabu, 03 April 2013

Menjadi Penyiar Radio Itu Menyenangkan

Menjadi penyiar radio itu menyenangkan lho, kita bisa menikmati banyak lagu setiap kali bertugas. Apa lagi kalau lagunya masih baru dan sedang hits, waaahh... bekerja seakan hanya bersenang-senang saja. Dan yang paling seru kita bisa ngobrol dengan banyak orang ! Karena ketika kamu mulai mengudara suara kamu akan tersebar di mana-mana, mulai dari warung, rumah makan, restoran, hingga orang-orang yang bekerja di kantor pun juga mendengarkan suara kamu. 

Selain itu kamu juga bisa menghibur banyak orang, misalnya saja menyampaikan salam oleh pendengar dan memutarkan lagu-lagu yang mereka suka. Karena terkadang ada lho orang yang ingin menyampaikan perasaannya lewat lagu dan ada juga pendengar yang perasaannya tersentuh ketika penyiar memutarkan lagu tertentu. Yah itu lah kekuatan sebuah lagu, bisa memainkan emosi pendengar. Dan lagu pula lah yang menjadi alat bagi penyiar dalam setiap obrolannya, tujuannya adalah agar pendengar bisa tetap staytune. Ketika kamu berhasil membuat pendengar untuk tetap staytune dengan obrolan dan lagu yang kamu putar..berarti kamu telah berhasil menjadi teman bagi banyak orang di udara :) 

Sabtu, 30 Maret 2013

Teknik "Cut to Cut" Dalam Siaran Radio

Menjadi seorang penyiar radio tentu bukan hanya sekadar bicara dan membacakan request lagu yang sudah dikirim oleh pendengar melalui sms, facebook dan twitter. Karena terkadang seorang penyiar radio haruslah informatif dengan pendengarnya, dengan memberikan info atau berita terkini sehingga ada manfaat lain yang bisa didapatkan pendengar selain menikmati lagu-lagu kesenangan mereka.

Dalam menyampaikan informasi singkat penyiar radio bisa menggunakan teknik cut to cut, yaitu memotong akhiran lagu (outro) sebelum masuk ke awalan lagu (intro) dan berbicara diantaranya. Namun sebelum melakukan cut to cut kita harus memahami bagian atau struktur lagu, berikut contohnya:

Intro-Main Lyrics-Reff-Main Lyrics-Reff-Bridge-Reff-Outro

Setelah kita paham bagian atau struktur lagu maka berikut gambaran dalam melakukan teknik cut to cut :

<Lagu 1> Intro________Outro (Penyiar Radio Berbicara) <Lagu 2>Intro________Outro

Pentingnya Siaran dengan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Radio merupakan media penyiaran yang paling dekat dengan masyarakat. Dengan harga yang murah dan kemudahan dalam menggunakannya, radio mampu menjangkau seluruh masyarakat. Mulai dari tempat yang memiliki kemampuan terbatas dalam menikmati hiburan seperti pos kamling, warung pinggir jalan dan kucingan, radio juga menjangkau tempat-tempat mewah seperti restaurant, cafe, distro, supermarket dan kantor yang megah.

Tapi akhir-akhir ini saya khawatir dengan perkembangan radio. Bukan karena jumlah pendengar radio atau lagu yang diputar untuk pendengarnya, tetapi penggunaan “bahasa” yang digunakan oleh sang penyiar. Semua radio di seluruh Indonesia sekarang ini sering menggunakan gaya yang “persis” dengan radio di Jakarta, seperti penggunaan logat dan bahasa loe - gue.

Ntah kenapa semua radio saat ini lebih suka menggunakan logat Jakarta, logat yang mereka jadikan standar supaya terkesan keren. Bahkan ada beberapa radio lokal yang memaksa siaran dengan logat Jakarta, contohnya penyiar dengan logat asli ‘medhok’ (Untuk orang Jawa) berbicara menggunakan “loe” dan “gue”, sehingga terdengar aneh di telinga. Sebenarnya apakah menggunakan bahasa Indonesia yang baik tidak bisa? Hingga memaksa harus bersiaran dengan logat Jakarta.

Dari sini pemilik media seakan dibutakan oleh tuntutan pasar dan mengejar pendengar tanpa memperdulikan bangsanya. Bahasa Indonesia yang sudah diperjuangkan sejak jaman kemerdekaan untuk bahasa persatuan dan sarat nilai sejarah dipinggirkan begitu saja, mereka seakan diam dan membiarkan logat ibu kota itu meraja lela, bahkan semakin diracuni lagi oleh gaya bahasa Alay, seperti merubah pengucapan suatu kata dengan makna yang sama, contoh kata “Semangat” diganti dengan kata “Cemungudth” dengan pengucapan sesuai ejaan.

Seharusnya media seperti radio memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Memang setiap radio ada segment hiburan, waktu senggang, atau komedi yang disajikan, tetapi hendaknya radio juga memiliki “filter” untuk mengatasi hal tersebut. Jadi tidak setiap menit, setiap waktu dan setiap acara penyiarnya menggunakan logat Jakarta seperti elu, gue, nyokap, bokap dan yang lainnya. Terkesan seperti tidak memiliki kreatifitas saja untuk menarik banyak pendengar. Ingat, radio adalah media yang paling dekat dengan masyarakat. Apa lagi “penyiar radio”, ia adalah sosok yang paling akrab dengan pendengar sehingga gaya bahasa yang digunakan secara tidak sadar akan mempengaruhi pola pikir pendengarnya dan menganggap bahwa hal yang diucapkan oleh penyiar adalah sesuatu yang “patut ditiru” .

Bila hal ini terus terjadi dan media tak mampu memberikan filter atau tidak adanya lembaga yang memantau dan tidak ada kesadaran dari semua pihak maka yang terjadi adalah bahasa Indonesia akan semakin tidak jelas nasibnya dan bahkan yang lebih parah lagi bahasa Indonesia bisa punah ! Kalau masyarakatnya saja tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, nanti kita disebut bangsa apa? Bangsa Indonesia? Sebuah bangsa yang tidak bisa menggunakan bahasanya sendiri? Tentu kita tidak ingin semua hal itu terjadi.

Dan apakah ada solusinya? Tentu saja ada ! Dalam hal ini pemilik media radio memiliki peran penting, yaitu dengan memberikan filter pada program siarannya seperti memberikan batasan penggunaan logat Jakarta, contohnya seperti saat siaran pagi hingga siang hari menggunakan siaran berbahasa Indonesia, sore hingga malam hari menggunakan siaran berbahasa Indonesia dengan sedikit logat Jakarta.

Dalam kasus ini penulis tidak bermaksud untuk menanamkan sikap anti logat Jakarta, tapi ingin memberikan semangat bahwa kita harus bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bahasa Indonesia adalah identitas kita sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia. Tentu kita tidak mau dong disebut sebuah bangsa yang tidak bisa menggunakan bahasanya sendiri? Ayo, cintai dan gunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar !

Sejak SMA Saya Ingin Jadi Penyiar Radio

Sejak SMA saya sangat ingin menjadi penyiar radio. Waktu kelas 1 saya membranikan diri untuk mendaftar sebagai penyiar di radio lokal. Namun sayang, langkah saya terhenti karena saya harus fokus pada masa penjurusan di SMA. Padahal waktu itu saya sudah melewati ujian tulis dan wawancara dalam pendaftaran radio, bahkan sudah masuk masa training. Namun impian saya menjadi penyiar radio tidak langsung menghilang begitu saja.

Sesudah lulus SMA akhirnya saya melanjutkan study ke salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang. Pada waktu itu saya mengetahui bahwa kampus saya memiliki stasiun radio sendiri dan kebetulan sedang membuka lowongan untuk penyiar radio. Dan ini merupakan kesempatan baik yang tidak akan saya sia-sia kan ! Berbekal niat, percaya diri dan kemampuan public speaking yang saya miliki di SMA akhirnya saya mendaftarkan diri untuk melamar sebagai penyiar di radio kampus.

Untuk masuk menjadi penyiar radio ada 2 tes yang harus dilakukan, yaitu tes tulis dan wawancara. Tes yang paling susah menurut saya adalah tes tulis, terutama tentang pengetahuan musik internasional. Waktu itu ada sebuah soal yang menanyakan “Sebutkan 5 judul lagu korea yang kamu ketahui !” Ehh ya ampun !! Hahaha..saya sama sekali tidak mengenal yang namanya lagu korea. Singkat cerita, akhirnya saya lolos untuk tes tertulis dan wawancara. Rasanya senang bukan main, meskipun saya belum sepenuhnya bisa diterima sebagai penyiar radio. Pada tahap selanjutnya, yaitu tahap training, saya diajarkan Teknik Cut to Cut Dalam Siaran Radio, bagaimana menjadi penyiar radio yang baik dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan oleh penyiar sebelum ia naik siar.

Nah karena saya sudah lelah..ditunda dulu ya tulisannya, bila ada waktu saya akan kembali menulis. Oya silahkan bila ingin mengirim kritik dan saran, terutama dalam sistematika penulisan, supaya saya bisa menulis lebih baik. Dan terima kasih sudah mau membaca ya, see you.